Kamis, 21 Mei 2020

Cara Bersyukur Menurut Islam yang Benar

Bersyukur menurut islam yakni wujud terimakasih seorang hamba kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diperolehnya. Bersyukur dapat diterapkan dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Allah Ta’ala berjanji bahwa akan melipatgandakan karunianya kepada orang-orang yang senantiasa bersyukur. Yaitu orang menerima takdirnya dengan ikhlas, lapang dada, menghadapi cobaan dengan bersabar dan tidak mengeluh maka Allah akan  menaikkan derajat mereka. Sedangkan orang-orang yang kufur nikmat dan selalu merasa kurang maka hidup mereka tidak diberkahi oleh Allah SWTKeutamaan bersyukur dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7:
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)
Ayat diatas menjelaskan bahwa umat islam diwajibkan untuk bersyukur. Bagaimanapun kondisi kehidupannya, rasa syukur tetap harus dilantunkan untuk Sang Pencipta. Sebab Allah lah yang telah memberikan kehidupan kepada manusia. Dan kehidupan sendiri adalah suatu karunia yang luar biasa. Nah, berikut ini beberapa cara bersyukur menurut islam.
1.      Selalu mengingat Allah dalam hati nurani
Cara pertama sekaligus yang paling mudah bagi seorang hamba untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala yaitu dengan senantiasa memuji Allah di dalam hatinya. Selalu mengingat Allah kapanpun dan dimanapun ia berada. Sejatinya, kita harus menyadari bahwa diri kita ini Allah yang menciptakan. Alam semesta nan indah, udara yang kita hirup, makan-makanan baik dari tumbuhan atau hewan, serta orang-orang disekitar kita yang sayang dengan kita, semua adalah nikmat dari Allah SWT. Oleh sebab itu, jagalah hati kita setiap detik untuk mengingat kebesaran-Nya.
2.      Menjauhi penyakit hati
Penyakit-penyakit yang bersemayam dalam hati bisa membuat kita menjadi seseorang yang kufur nikmat. Sangat berbahaya, bahkan dapat memicu rusaknya iman. Maka itu, kita harus bisa memurnikan hati ini dari hal-hal buruk, seperti perasaan hasad, takabbur, riya’ atau ujub. Lalu bagaimana cara mensucikan hati dari penyakit? Kita bisa memulai dengan rutin membaca Al-Quran, mengikuti kajian-kajian islam dan menjauhi sesuatu yang tidak benar. Misalnya saja tontonan porno, berkumpul dengan pecandu atau pezina, nongkrong di klub, segala hal tersebut harus kita hindari agar diri kita tidak ikut terjerumus. Apabila hati kita bersih maka akan mudah untuk mendekatkan diri pada Ilahi sekaligus memperbanyak rasa syukur.
3.      Mengucapkan kalimat-kalimat pujian untuk Allah SWT
Rasa syukur hendaknya juga diucapkan lewat lisan. Dengan melafalkan kata-kata nan indah, pujian-pujian kepada Allah maka hal tersebut membuat kita semakin dicintai oleh Sang Rabb Pemiliki Alam Semesta. Kita bisa memperbanyak mengucapkan dzikir, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, la illaaha illallah, Allahhu Akbar, Subhanallahi wa bihamdihi.
Rasulullah SAW bersabda:
·         “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai (oleh) Allah Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil’Adzim”. (HR Bukhari  dan Muslim).
·         “Barang siapa mengucapkan subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut”.(HR Muslim dan Tirmidzi)
·         “Barang siapa mengucap subhanallah maka baginya sepuluh kebaikan. Barang siapa membaca la ilahaillallah maka baginya duapuluh kebaikan. Dan barng siapa membaca alhamdulillah baginya tiga puluh kebaikan.”

4.      Meningkatkan ketaqwaan
Bersyukur tidak hanya dilakukan lewat hati dan lisan saja, namun hendaknya juga diwujudkan lewat perbuatan. Salah satunya dengan cara menjadi pribadi yang bertaqwa. Menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Misalnya dengan taat menjaga sholat lima waktu, melaksanakan zakar fitrah, membaca Al-quran, menjalani puasa ramadhan dan mejauhi hal-hal yang berbau maksiat dan tercela (seperti berzina, mengonsumsi khamar, berjudi, mencuri dan perilaku buruk lainnya yang harus dijauhi).
5.      Beramal kepada orang-orang yang membutuhkan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur),” (QS. Adh-Dhuha: 11)
Apabila kita diberikan kelimpahan rezeki oleh Allah SWT, maka salah satu cara untuk mengekspresikan rasa syukur yakni dengan berbagi kepada sesama manusia. Jangan bersikap kikir. Ingatlah bahwa disebagian harta kita ada hak orang lain. Oleh sebab itu, kita tidak boleh melupakan beramal ataupun bersedekah. Besar kecil nominalnya tidak menjadi masalah. Asalkan kita ikhlas maka Allah pasti mencatat amal kita dan memberikan pahala. Perbuatan beramal ini juga menunjukkan bahwa kita ingin berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Di saat kita diberikan nikmat berlebih, maka jangan ragu membagi-bagi nikmat itu kepada orang lain.
6.      Mengadakan acara syukuran
Ketika kita memiliki hajat tertentu, dan hajat tersebut berhasil terwujud maka tidak ada salahnya menggelar acara syukuran atau biasa disebut “selametan” oleh orang-orang Jawa. Acara ini merupakan bentu rasa syukur kepada Allah SWT atas terkabulnya doa. Biasanya Masyarakat Jawa dan Sunda mengadakan syukuran dengan mengundang tetangga atau saudara, lalu menyuguhkan hidangan nasi dan lauk yang enak. Atau beberapa juga ada yang membagi-bagikan sembako kepada fakir miskin. Umumnya acara syukuran dilakukan untuk memperingati hari tertentu, seperti pernikahan, kelahiran, khitanan, pindah rumah, kelulusan dan sejenisnya.
7.      Jangan selalu melihat ‘keatas’, tapi tengoklah orang-orang ‘dibawah’
Cara bersyukur menurut islam selanjutnya yakni dengan bersikap ikhlas. Maksudnya jangan selalu iri dengan nikmat orang lain. Jangan hanya melihat kehidupan orang-orang yang lebih kaya, lebih sukses atau lebih rupawan dari kita. Tapi juga lihatlah kehidupan orang dibawah kita. Orang-orang yang serba kekurangan, orang yang mungkin fisiknya kurang sempurna, atau mereka yang hidup sendirian. Apakah kita tidak malu mengeluh terus, sementara ada orang yang kehidupannya jauh lebih susah namun mereka tetap bersabar? Dengan melihat orang-orang dibawah kita, setidaknya kita bisa sadar bahwa nikmat yang kita dapatkan dari Allah sudah sangat cukup. Jadi bersyukurlah, insyaAllah maka nikmat kita akan ditambahkan oleh Sang Ilahi.
8.      Senantiasa tersenyum
“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)
Wujud syukur berikutnya yakni dengan memperbanyak senyum. Bukan berarti senyum-senyum sendiri. Maksudnya senyum kepada orang lain, senyum disaat hati ingin marah, senyum ketika dilanda cobaan, dan yang terpenting selalu menunjukkan raut wajah ceria. Ketahuilah bahwa senyum itu tak sekedar membuat orang lain menjadi senang. Tapi dihadapan Allah SWT, senyum itu bernilah ibadah yang merupakan shodaqoh paling ringan. Maka dari itu, jangan bersikap terlalu jutek atau acuh tak acuh. Cobalah untuk ramah. Jika memang kita sedang dalam suasana hati bersedih, sebaiknya sembunyikan kesedihan tersebut dan janganlah membagikan raut muka masam kepada orang lain.
9.      Membagi ilmu yang kita miliki
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Apabila kita termasuk orang yang memiliki ilmu tinggi dan berwawasan luas, baik itu ilmu agama ataupun pendidikan umum, hendaknya kita membagi ilmu kita kepada orang lain. Salah satu caranya dengan menjadi pendidik. Kita bisa memilih profesi sebagai seorang guru, dosen, tenaga pengajar di LBB, atau sekedar membuka les privat di rumah. Jika kita tidak mampu melakukan hal tersebut, mendidik anak-anak kita sendiri itu pun sudah bernilai pahala. Cara lain kita bisa men-share tulisan-tulisan yang bermanfaat di sosial media. Misalnya saja tulisan tentang ayat Al-quran, hadist atau ilmu-ilmu lain yang bisa membuat orang yang membacanya menjadi bertambah pengetahuannya.
Baca juga:
10.  Merawat nikmat Allah SWT
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekian alam” (al-Anbiya: 107)
Cara bersyukur menurut islam yang tidak kalah penting yaitu dengan merawat nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Misalnya menjaga kelestarian alam, tidak menebang pohon sembarangan atau membakar hutan. Kita juga harus merawat lingkungan di sekitar kita dengan cara rutin menyapu, membuang sampah di tempatnya, menyiram tanaman dan sebagainya.
Selain alam, kita juga diharuskan menjaga dan merawat diri sendiri. Seperti melalukan lulur badan, spa, facial, creambath atau hal-hal lain yang berkaitan dengan merawat kecantikan diri diperbolehkan dalam islam. Dengan pengecualian tidak merubah bentuk fisik, misalnya operasi plastik maka perbuatan ini jelas haram hukumnya. Dijelaskan dalam hadist:
“Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim)

Assalamualaikum....
Hallo gais kembali lagi diblog saya, kali ini saya akan memberi sedikit saran bagaimana cara belajar dengan efektif dan efesien.

CARA BELAJAR EFEKTIF


1.  Cari Tempat Yang Nyaman

Suasana yang nyaman akan membantu otak bekerja lebih prima. Ketika pikiran sudah nyaman maka hati akan turut senang. Sehingga belajar akan terasa mudah dicerna.
Akan tetapi tempan yang nyaman tidaklah harus luas melainkan tempat tersebut rapi dan bersih. Namun, tak bisa kami pungkiri versi nyaman sangatlah relative tergantung dari hati kamu sendiri.
2. Tentukan Waktu Belajar Yang Baik Dan Tepat

Kapan waktu efektif belajar? Islam sudah mengajarkan kepada kita bahwa waktu efektif belajar yaitu setiap bangun pagi dan sore hari setelah tidur siang. Kedua waktu ini terbilang efektif dalam menimba ilmu.
Karena kedua waktu ini saat dimana pikiran tenang dan suasana nyaman sehingga membuat kamu mudah memahami setiap pelajaran.
3. Tentukan Metode Belajar Menurut Hati

Setiap orang  tentu memiliki cara belajarnya sendiri. Terkadang seseorang cocok dengan metode belajar A tetapi tidak cocok dengan metode balajar B. Maka terapkanlah metode belajar kamu sendiri.
Namun ingat dalam metode belajar haruslah riang jangan menoton. Jadi jadikan metode belajar kamu bervariasi dan tidak jenuh apalagi bosan. Oleh karena pastikan aja kamu sudah menentukan metode yangtepat dalam belajar.
4. Belajar Dengan Disiplin

Belajar itu juga perlu mengatur waktu. Kapan kamu mememulai dan juga istirahat. Disiplin sangat diperlukan dalam menuntut ilmu. Sebab dari disiplin lah orang bisa menjadi sukses.
Apabila dalam belajar kamu tidak disiplin maka cita-cita untuk menjadi oramng sukses akan terhambat. Buatlah daftar belajar lengkap dengan waktunya. Kemudian azzamkan dalam hati untuk bertekad menjalankan semua daftar yang telah dibuat.
Jangan biasakan belajar disaat besok mau ujian. Hal ini akan memberatkan kamu dalam menyerap materi pelajaran. Minimal dalam sehari kamu bisa menyisihkan waktu 1-2 jam untuk mengulang pelajaran.
Ingatlah, belajar bukanlah harus menunggu datangnya PR (pekerjaan sekolah), namun sewaktu PR di sekolah tidak ada. Maka kamu perlu membaca ataupun mengulang materi-materi yang telah disampaikan oleh guru.
5. Tulis Ulang Setiap Materi Yang Diajarkan

Setiap guru menjelaskan materi ajar maka sediakanlah buku catatan. Hal ini akan memudahkan kamu apabila mengulang pelajaran ketika di rumah. Selain dari pada itu, buatlah catatan khusus yang berisi materi inti dari setiap bab.
Dengan merangkum materi ajar maka akan menguatkan daya ingat kamu. Sebab ketika kamu menulis maka otak akan turut bekerja dalam memproses pelajaran.
Catatan yang baik itu adalah catatan yang memuat inti sari. Kamu boleh saja menulis dengan berbagai kreasi. Sehingga memudahkan kamu dalam membacanya di kemudian hari terutama ketika ulangan mendadak.
6. Biasakan Minum Air Putih Setiap Belajar

Belajar juga memerlukan energy yang cukup besar. Karena tidak hanya fisik yang dikuras tetapi pikiran juga ikut lelah. Sewaktu belajar, ptak akan terus bekerja dan membutuhkan oksigen yang cukup banyak. Apabila saja otak kekurangan oksigen maka akan menyebakan kelapa pusing dan mata akan mudah mengantuk. Maka dari itu sediakanlah air disamping meja belajarmu.Karena dengan meminum air putih akan membantu memulihkan pikiran yang sempat lesu dan mengembalikan konsentrasi. Namun perlu diingat terlalu banyak minum air juga akan menghilangkan konsentrasi berpikir. Jadi kamu harus proposional saat meminumnya.
7. Menjelang Ujian Jangan Terlalu Banyak Belajar

Mungkin kamu pernah dengar sistem belajar kebut semalam? Ya, ini merupakan sistem belajar yang keliru dan salah. Apabila kamu menerapkan hal ini maka yang terjadi ada tidak siapnya menjawab soal dan gerogi serta pusing.
Sistem ini sangat merusaka cara berpikir kita, karena ini hanya akan membuat dan menimbulkna tekanan pada pikiran kita sehingga buka ilmu yang bertambah malah sakit yang datang.
Mulai menerapkan kedisiplan dalam belajar, minimal dalam sehari 2 jam kamu sediakan untuk belajar maupun mengulang pelajaran. Hal ini memungkinkan pikiran kamu akan mudah mencerna pelajaran.
8. Learning By Discussion

Belajar sambil diskusi merupakan metode belajar yang sangat efektif. Dengan berdiskusi maka akan memudahkan kita bertanya dengan teman-teman. Dengan begitu tidak ada orang yang bodoh apabila ia berdiskusi dengan baik.
Dengan berdiskusi juga maka pemikiran kita akan tertuang dan akan beradu argumen sebab ide yanga da di dalam pikiran kita akan terus tergali dengan sendirinya. Dengan berdiskusi juga akan membuat suasan belajar menjadi aktif.
9. Learning By Doing

Metode belajar ini banyak diterapkan di sekolah yang menerapkan sistem indoor outdoor. Banyak dengan menggunakan sistem ini semakin mudah memahami pelajaran. Sebab sembari mendengarkan teori namun diiringi dengan praktik.
Otak akan mudah mencerna secara visual dan langsung terekam dengan cepat. Banyak lembaga studi menggunakan metode ini kepada para muridnya. Alhasil terbukti, dengan waktu yang begitu singkat anak didik mereka berhasil mengingat dengan cepat.
Cara melakukan metode ini cukup mudah yaitu apabila hendak belajar maka disediakan juga alat peraga untuk belajar. Misalnya saja saat belajar ilmu biologi tentang organ tubuh manusia. Maka kamu juga menyediakan gambar atau sejenisnya.
10. Kurangi Menghapal Tapi Perbanyak Pehaman

Metode menghapal emang terbilang sukses untuk kasus tertentu. Kamu apabila menghapal dibarengi dengan mendengar maka akan jauh lebuh efektif.
Dalam beberapa kasus menghapal hanya mengingatkan materi sekejap saja. Namun apabila kamu mempelajari materi dengan konsep pemahaman maka akan jauh lebih baik dan ingat lebih lama.
Dengan memahami pelajaran maka kamu telah membangun konsep berpikir untuk jangka waktu yang lama. Banyak orang sukses karena dia mengetahui suatu konsep dan mengolah serta menggali suatu cabang lebih dalam.
Ada istilah di film 3 idiots, Dengan menghapal pada dasarnya kamu telah menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas akan tetapi kamu telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan.
11. Jauhkan Sifat Malu Jika Bertanya

Apabila materi pelajaran yang diterangkan seorang pengajar tidak kita mengerti maka acungkan jari dan tanyakan materi tersebut dengan segera. Jangan sampai terbangun dalam diri untuk malu bertanya.
Ada istilah pepatah kuno, “malu bertanya maka tersesat di jalan”. Ini merupakan pepatah yang kaya akan makna. Bagaimana mungkin kita bisa mengetahui materi pelajaran dengan sempurna apabil atidak bertanya sama ahlinya.
Hal ini adalah yang mesti dibangun oleh pelajar. Jangan pernah gengsi untuk menunjukkan ketidak tahuan kita. Mulailah bangun rasa percaya diri dan jauhkan sifat malu.
12. Try And Error

Dalam belajar gagal itu adalah hal yang biasa. Thomas Alfa Edison saja bereksperimen sebanyak 999 kali baru berhasil menemukan bola lampu yang sampai sekarang kita nikmati.
Ada juga istilah, “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Maka dari itu jangan berhenti untuk terus mencoba dan mencoba. Karena kesukesan seseorang diraih dengan gagal. Dan kegagalan merupakan teman kita menuju sukses.
Kita tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahan kita apabila belum menemui kesalahan. Materi yang sesulit apapun harus kamu hadapi dengan tenang dan tanpa menyerag. Cobalah terus memahaminya dengan baik. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
13. Cintai Pelajaran Yang Kamu Suka Tanpa Menyampingkan Pelajaran Yang Lain
Apabila dari sekian mata pelajaran di sekolah, kamu hanya menyukai pelajaran ilmu geografi maka dalami saja pelajaran tersebut dengan benar. Namun perlu diingat peljari juga ilmu pelajaran yang lain meskipun tidak begitu kamu dalami.
Karena dengan mencintai suatu pelajaran maka akan lebih mudah ilmu diserap. Ini tidak lain karena kamu melakukannya dengan sepenuh hati maka hasilnya akan memuaskan. Atas dasar kecintaanlah maka pekerjaan akan mudah dirasa,
Sehingga segala bentuk penghalang akan sirna dengan cinta terhadap pelajaran. Banyak orang yang sukses juga karena dia mencintai apa yang dia pejari. Mungkin kamu yang membaca ini sudah mengetahui apa materi apa yang kamu cintai.
14. Ingatlah Tujuan Datang Ke Sekolah

Banyak orang telah mengabaikan bahwa tujuan mendasar ia ke sekolah adalah dengan menuntut ilmu dan menambah wawasan. Buanglah apabila sifat jelek telah meracuni pikiranmu.
Jangan permasalahkan apabila kamu mendapatkan tidak peringkat di kelas. Namun jangan kamu lupakan niat kamu pergi ke sekolah. Sadarilah peringkat itu hanyalah sebuah apresiasi dari sekolah atas usahamu.
Apresiasi terbesar adalah saat kamu bisa mengamalkan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah di kehidupan bermasyarkat. Dengan mengingat tujuan mendasar ke sekolah maka tubuh akan bergerak dengan sigap sehingga belajarpun akan lebuh efektif.
15. Banyak Membaca

Pepatah mengatakan dengan membaca maka jendela dunia akan terbuka. Membaca merupakan kunci untuk memulai kesuksesan. Dengan membaca maka akan menambah pengetahuan kita.
Seorang pelajar yang menginginkan kesuksesan tentu dalam hatinya akan merasa rishi apabila sehari tidak membaca. Dengan membaca juga akan menambah dan memperluas pengetahuan kita.
16. Learning By Keyword

Belajar dengan kata kunci merupakan suatu hal yang sangat penting. Misalkan saja sewaktu kamu mempelajari tentang hukum gravitasi. Maka akan lebih mudah kamu mengingatnya dengan singkatan g.
Contoh lainnya yakni apabila kamu ingin mengklasifikasikan hewan, maka kamu perlu mempeljari dulu nama-nama hewan seperti mamalia, reptile, burung, serangga dan jenis klasifikasi lainnya.
Setelah kamu memegang kata kunci tersebut baru kemudian kamu akan mulai mencoba mencari definisi dan contoh dari klasifikasi tersebut.
Cara ini akan membuat kamu dalam belajar lebih sistematis, terarah dan efisien. Namun satu yang perlu diingat, ketika mengambil waktu istirahat jangan lebih dari 15 menit karena nanti akan membuat kamu terlena dan tidak fokus untuk belajar lagi.
17. Membuat Flashcard

Flashcar adalah media yang akan membantu kamu dalam mengingat setiap poin dalam pelajaran. Kamu bisa memotong-motong kertas seukuran kertas 15×15 cm. Dan kemudian kamu tulis hal-hal yang tidak kamu ketahui.
Pada satu sisi kamu boleh menulis pertanyaan. Flash card ini nantinya kamu temple tempat dimana kamu sering berada. Misalnya saja tempat belajar, ruang tidur, makan maupun di ruang keluarga.
Dengan menggunakan flashcard ini terbilang akan memudahkan kamu dalam belajar. Sehingga proses belajar kamu menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Sebagai tambahan, berikut kami lampirkan perkataan dan nasehat dari Imam Syafi,i tentang seorang penuntut ilmu. Perkataan ini patut ditulis dengan tinta emas agar kiranya dapat menginspirasi kehidupan kita.



Selasa, 12 Mei 2020

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM


Assalamualaikum teman-teman...
Setiap diri manusia adalah pemimpin. Maka dari itu kita semua adalah pemimpin. Jadi bagaimana sih cara memimpin? Nah untuk menjadi pemimpin yang baik ada beberapa syarat dan ketentuan. Mari simak uraian berikut agar kalian tahu bagaimana caranya memimpin.



APA ITU KEPEMIMPINAN ?
Kepemimpinan kata dasarnya adalah pemimpin yang berarti orang yang memimpin, petunjuk buku, petunjuk atau pedoman. Sedangkan dalam istilah Islam pemimpin dikonotasikan dengan kata khalifah, amir atau imamah.
Pada hakikatnya  semua manunusia adalah seorang pemimpin  ialah pemimpin bagi diri sendiri  dan setiap pemimpin akan di minta pertanggung jawaban nya atas apa yang telah di pimpinnya.  seperti kita memimpin diri kita sendiri dalam manjalankan kehidupan sehari-hari bertangung jawab atas apa yang kita lakukan di dalam kehidupan kita sendiri dan atas apa yang telah kita perbuat .                
Dari Ibn Umar ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda : " Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya.Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan kalian".[1](HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam lingkup organisasi harus ada seorang pemimpin yang ideal , ideal dalam arti yaitu memenuhi kriteria seorang pemimpin yang dapat mempengaruhi orang lain disegani  dan di patuhi oleh bawahan nya.  Kepemimpinan dapat terjadi melalui dua bentuk, yaitu: kepemimpinan formal (formal leadership) dan kepemimpinan informal (informal leadership). Kepemimpinan formal terjadi apabila dilingkungan organisasi jabatan otoritas formal dalam organisasi tersebut diisi oleh orang-orang yang ditunjuk atau dipilih melalui proses seleksi, sedang kepemimpinan informal terjadi, di mana kedudukan pemimpin dalam suatu organisasi diisi oleh orang-orang yang muncul dan berpengaruh terhadap orang lain karena kecakapan khusus atau berbagai sumber yang dimilikinya dirasakan mampu memecahkan persoalan organisasi serta memenuhi kebutuhan dari anggota organisasi yang bersangkutan.
Moto seorang Pemimpin:
"Siap Memimpin Dan Mau Di Pimpin"
Dalam pandasngan  Islam tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya, karena prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa kesamaan.kepemimpinan dalam islam  pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah tidak bisa dipisahkan dengan fungsi kehadirannya sebagai pemimpin spiritual dan masyarakat. Prinsip dasar kepemimpinan beliau adalah keteladanan. Dalam kepemimpinannya mengutamakan uswatun hasanah pemberian contoh kepada para sahabatnya yang dipimpin. Rasulullah memang memiliki kepribadian yang sangat agung  yang di berikan allah kepadanya , di dalam Al-Qur'an  disebutkan :
Artinya:  "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Raslullh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allh [al-Ahzb/33:21]

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM
“Sebaik-baiknya pemimpin di antara kamu adalah mereka mencintai kamu dan kamu pun mencintainya dan seburuk-buruknya pemimpin di antara kamu adalah mereka membencimu dan kamu pun membencinya.” (Hadits)
Islam adalah agama yang sempurna, di antara kesempurnaan Islam ialah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah SWT (Hablumminallah) maupun hubungan dengan manusia (hablumminannas), termasuk di antara masalah kepemimpinan.

KHALIFAH, AMIR ATAU IMAMAH.
•Khalifah adalah pengganti yaitu seseorang yang menggantikan tempat orang lain yang lain dalam beberapa persoalan.
•Imamah berarti yang menjadi pemimpin, yang menjadi suri teladan atau contoh yang harus diikuti atau yang mendahului
•Amir mempunyai arti pemimpin ( Qaid Zaim )

Kepemimpinan di satu sisi dapat bermakna kekuasaan, tetapi di sisi lain juga bisa bermakna tanggungjawab.
Kepemimpinan bukan keistimewaan, tetapi tanggung jawab. Ia juga bukan kesewenang-wenangan bertindak, tetapi kesewenangan melayani. Selanjutnya kepemimpinan adalah keteladanan berbuat dan kepeloporan bertindak.

MENELADANI KEPEMIMPINAN RASULULLAH
Alquran menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepemimpinan.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21).
Dalam menjalankan kepemimpinannya, nabi SAW selalu mengedepankan akhlak mulia. Hal ini diakui oleh Husain Bin Ali sebagai cucu Nabi SAW. Bahwa Nabi adalah pribadi yang menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pernah mencela, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa. (HR. Tirmizi)
Nabi SAW memiliki rasa empati dalam memimpin. Nabi tidak pernah mencaci seseorang dan menegur karena kesalahannya, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat. Kalau Nabi berbicara, yang lain diam menunduk seperti ada burung di atas kepalanya, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa yang diperlukan orang yang tertimpa kesusahan, tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya (HR Tirmidzi).

KEPEMIMPINAN YANG BAIK
Lima sifat pokok yang hendaknya dimiliki oleh seorang pemimpin. Kelima sifat ( QS 32 : 24, dan QS 21 :73)
•Kesabaran dan ketabahan. Kami jadikan mereka pemimpin ketika mereka tabah/sabar.
•Yahduuna bi amrina. Mengantar masyarakatnya ke tujuan yang sesuai dengan petunjuk kami (Allah dan rasulNya)
•Wa awhaena ilaihim fil alkhaerat. Telah membudaya pada diri (sang calon) suatu kebijakan.
•Abidin senantiasa beribadah, termasuk shalat dan zakat.
•Yuuqinun, penuh keyakinan karena memiliki visi misi yang jelas.

7 POIN KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN KHALIFAH ABU BAKAR ASSIDDIQ RA
1.         Sifat rendah hati
2.         Sifat terbuka untuk dikritik
3.         Sifat jujur
4.         memegang amanah
5.         Sifat berlaku adil
6.         Komitmen dalam perjuangan
7.         Bersikap demokratis

KARAKTER PEMIMPIN SESUAI TUNTUNAN  AL-QUR’AN
           Bertaqwa Kepada Allah SWT (QS.Ali Imran : 102)
           Tanggung jawab (Surat An-Nahl Ayat 93-96)
           Musyawarah dan Istiqarah (Asy-Syura ayat 38)
           Adil (Surat An-Nahl Ayat 90-92)
           Amanah (dapat dipercaya) (QS. An-Nisa’: 58)
           Taat Kepada perkara yang baik
           Suri Tauladan (QS. Al-Ahzaab: 21)

SUMBER:

Devisi acara gema ramadhan IPM Selaawi

Cara Bersyukur Menurut Islam yang Benar Bersyukur menurut islam yakni wujud terimakasih seorang hamba kepada Allah SWT atas nikmat ya...