KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM
Assalamualaikum teman-teman...
Setiap diri manusia adalah pemimpin. Maka dari itu kita semua adalah pemimpin. Jadi bagaimana sih cara memimpin? Nah untuk menjadi pemimpin yang baik ada beberapa syarat dan ketentuan. Mari simak uraian berikut agar kalian tahu bagaimana caranya memimpin.
Kepemimpinan kata dasarnya
adalah pemimpin yang berarti orang yang memimpin, petunjuk buku, petunjuk atau
pedoman. Sedangkan dalam istilah Islam pemimpin dikonotasikan dengan kata
khalifah, amir atau imamah.
Pada hakikatnya semua
manunusia adalah seorang pemimpin ialah pemimpin bagi diri sendiri
dan setiap pemimpin akan di minta pertanggung jawaban nya atas apa yang
telah di pimpinnya. seperti kita memimpin diri kita sendiri dalam manjalankan
kehidupan sehari-hari bertangung jawab atas apa yang kita lakukan di dalam
kehidupan kita sendiri dan atas apa yang telah kita perbuat .
Dari Ibn Umar ra. Dari Nabi
saw, beliau bersabda : " Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai
pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang penguasa adalah pemimpin,
seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula
seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya.Kalian adalah
pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan
kalian".[1](HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam lingkup organisasi
harus ada seorang pemimpin yang ideal , ideal dalam arti yaitu memenuhi
kriteria seorang pemimpin yang dapat mempengaruhi orang lain disegani dan
di patuhi oleh bawahan nya. Kepemimpinan dapat terjadi melalui dua
bentuk, yaitu: kepemimpinan formal (formal leadership) dan kepemimpinan
informal (informal leadership). Kepemimpinan formal terjadi apabila
dilingkungan organisasi jabatan otoritas formal dalam organisasi tersebut diisi
oleh orang-orang yang ditunjuk atau dipilih melalui proses seleksi, sedang
kepemimpinan informal terjadi, di mana kedudukan pemimpin dalam suatu
organisasi diisi oleh orang-orang yang muncul dan berpengaruh terhadap orang
lain karena kecakapan khusus atau berbagai sumber yang dimilikinya dirasakan
mampu memecahkan persoalan organisasi serta memenuhi kebutuhan dari anggota
organisasi yang bersangkutan.
Moto seorang Pemimpin:
"Siap Memimpin Dan Mau Di Pimpin"
Moto seorang Pemimpin:
"Siap Memimpin Dan Mau Di Pimpin"
Dalam pandasngan Islam
tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya, karena
prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa
kesamaan.kepemimpinan dalam islam pertama kali dicontohkan oleh
Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah tidak bisa dipisahkan dengan fungsi
kehadirannya sebagai pemimpin spiritual dan masyarakat. Prinsip dasar
kepemimpinan beliau adalah keteladanan. Dalam kepemimpinannya mengutamakan
uswatun hasanah pemberian contoh kepada para sahabatnya yang dipimpin.
Rasulullah memang memiliki kepribadian yang sangat agung yang di berikan
allah kepadanya , di dalam Al-Qur'an disebutkan :
Artinya:
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Raslullh itu suri teladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allh dan (kedatangan)
hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allh [al-Ahzb/33:21]
KEPEMIMPINAN DALAM
ISLAM
“Sebaik-baiknya pemimpin di antara kamu adalah mereka
mencintai kamu dan kamu pun mencintainya dan seburuk-buruknya pemimpin di
antara kamu adalah mereka membencimu dan kamu pun membencinya.” (Hadits)
Islam adalah agama yang
sempurna, di antara kesempurnaan Islam ialah mengatur seluruh aspek kehidupan
manusia, baik yang berhubungan dengan Allah SWT (Hablumminallah) maupun
hubungan dengan manusia (hablumminannas), termasuk di antara masalah
kepemimpinan.
KHALIFAH, AMIR ATAU IMAMAH.
•Khalifah adalah pengganti yaitu seseorang yang
menggantikan tempat orang lain yang lain dalam beberapa persoalan.
•Imamah berarti yang menjadi pemimpin, yang menjadi suri
teladan atau contoh yang harus diikuti atau yang mendahului
•Amir mempunyai arti pemimpin ( Qaid Zaim )
Kepemimpinan di satu sisi
dapat bermakna kekuasaan, tetapi di sisi lain juga bisa bermakna tanggungjawab.
Kepemimpinan bukan
keistimewaan, tetapi tanggung jawab. Ia juga bukan kesewenang-wenangan
bertindak, tetapi kesewenangan melayani. Selanjutnya kepemimpinan adalah
keteladanan berbuat dan kepeloporan bertindak.
MENELADANI
KEPEMIMPINAN RASULULLAH
Alquran menegaskan bahwa
Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam
hal kepemimpinan.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21).
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21).
Dalam menjalankan
kepemimpinannya, nabi SAW selalu mengedepankan akhlak mulia. Hal ini diakui
oleh Husain Bin Ali sebagai cucu Nabi SAW. Bahwa Nabi adalah pribadi yang
menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah
lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pernah mencela,
tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak
tergesa-gesa. (HR. Tirmizi)
Nabi SAW memiliki rasa
empati dalam memimpin. Nabi tidak pernah mencaci seseorang dan menegur karena
kesalahannya, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak berbicara kecuali yang
bermanfaat. Kalau Nabi berbicara, yang lain diam menunduk seperti ada burung di
atas kepalanya, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan
orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran
bersama orang yang heran, rajin dan sabar menghadapi orang asing yang tidak
sopan, segera memberi apa yang diperlukan orang yang tertimpa kesusahan, tidak
menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya (HR Tirmidzi).
KEPEMIMPINAN YANG
BAIK
Lima sifat pokok yang hendaknya dimiliki oleh seorang
pemimpin. Kelima sifat ( QS 32 : 24, dan QS 21 :73)
•Kesabaran dan ketabahan. Kami jadikan mereka pemimpin
ketika mereka tabah/sabar.
•Yahduuna bi amrina. Mengantar masyarakatnya ke tujuan
yang sesuai dengan petunjuk kami (Allah dan rasulNya)
•Wa awhaena ilaihim fil alkhaerat. Telah membudaya pada
diri (sang calon) suatu kebijakan.
•Abidin senantiasa beribadah, termasuk shalat dan zakat.
•Yuuqinun, penuh keyakinan karena memiliki visi misi yang
jelas.
7 POIN KARAKTERISTIK
KEPEMIMPINAN KHALIFAH ABU BAKAR ASSIDDIQ RA
1. Sifat
rendah hati
2. Sifat
terbuka untuk dikritik
3. Sifat
jujur
4. memegang
amanah
5. Sifat
berlaku adil
6. Komitmen
dalam perjuangan
7. Bersikap
demokratis
KARAKTER PEMIMPIN
SESUAI TUNTUNAN AL-QUR’AN
• Bertaqwa
Kepada Allah SWT (QS.Ali Imran : 102)
• Tanggung
jawab (Surat An-Nahl Ayat 93-96)
• Musyawarah
dan Istiqarah (Asy-Syura ayat 38)
• Adil
(Surat An-Nahl Ayat 90-92)
• Amanah
(dapat dipercaya) (QS. An-Nisa’: 58)
• Taat
Kepada perkara yang baik
• Suri
Tauladan (QS. Al-Ahzaab: 21)
SUMBER:
Devisi acara gema ramadhan IPM Selaawi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar