Selasa, 12 Mei 2020

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM


Assalamualaikum teman-teman...
Setiap diri manusia adalah pemimpin. Maka dari itu kita semua adalah pemimpin. Jadi bagaimana sih cara memimpin? Nah untuk menjadi pemimpin yang baik ada beberapa syarat dan ketentuan. Mari simak uraian berikut agar kalian tahu bagaimana caranya memimpin.



APA ITU KEPEMIMPINAN ?
Kepemimpinan kata dasarnya adalah pemimpin yang berarti orang yang memimpin, petunjuk buku, petunjuk atau pedoman. Sedangkan dalam istilah Islam pemimpin dikonotasikan dengan kata khalifah, amir atau imamah.
Pada hakikatnya  semua manunusia adalah seorang pemimpin  ialah pemimpin bagi diri sendiri  dan setiap pemimpin akan di minta pertanggung jawaban nya atas apa yang telah di pimpinnya.  seperti kita memimpin diri kita sendiri dalam manjalankan kehidupan sehari-hari bertangung jawab atas apa yang kita lakukan di dalam kehidupan kita sendiri dan atas apa yang telah kita perbuat .                
Dari Ibn Umar ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda : " Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya.Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan kalian".[1](HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam lingkup organisasi harus ada seorang pemimpin yang ideal , ideal dalam arti yaitu memenuhi kriteria seorang pemimpin yang dapat mempengaruhi orang lain disegani  dan di patuhi oleh bawahan nya.  Kepemimpinan dapat terjadi melalui dua bentuk, yaitu: kepemimpinan formal (formal leadership) dan kepemimpinan informal (informal leadership). Kepemimpinan formal terjadi apabila dilingkungan organisasi jabatan otoritas formal dalam organisasi tersebut diisi oleh orang-orang yang ditunjuk atau dipilih melalui proses seleksi, sedang kepemimpinan informal terjadi, di mana kedudukan pemimpin dalam suatu organisasi diisi oleh orang-orang yang muncul dan berpengaruh terhadap orang lain karena kecakapan khusus atau berbagai sumber yang dimilikinya dirasakan mampu memecahkan persoalan organisasi serta memenuhi kebutuhan dari anggota organisasi yang bersangkutan.
Moto seorang Pemimpin:
"Siap Memimpin Dan Mau Di Pimpin"
Dalam pandasngan  Islam tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya, karena prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa kesamaan.kepemimpinan dalam islam  pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah tidak bisa dipisahkan dengan fungsi kehadirannya sebagai pemimpin spiritual dan masyarakat. Prinsip dasar kepemimpinan beliau adalah keteladanan. Dalam kepemimpinannya mengutamakan uswatun hasanah pemberian contoh kepada para sahabatnya yang dipimpin. Rasulullah memang memiliki kepribadian yang sangat agung  yang di berikan allah kepadanya , di dalam Al-Qur'an  disebutkan :
Artinya:  "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Raslullh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allh [al-Ahzb/33:21]

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM
“Sebaik-baiknya pemimpin di antara kamu adalah mereka mencintai kamu dan kamu pun mencintainya dan seburuk-buruknya pemimpin di antara kamu adalah mereka membencimu dan kamu pun membencinya.” (Hadits)
Islam adalah agama yang sempurna, di antara kesempurnaan Islam ialah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah SWT (Hablumminallah) maupun hubungan dengan manusia (hablumminannas), termasuk di antara masalah kepemimpinan.

KHALIFAH, AMIR ATAU IMAMAH.
•Khalifah adalah pengganti yaitu seseorang yang menggantikan tempat orang lain yang lain dalam beberapa persoalan.
•Imamah berarti yang menjadi pemimpin, yang menjadi suri teladan atau contoh yang harus diikuti atau yang mendahului
•Amir mempunyai arti pemimpin ( Qaid Zaim )

Kepemimpinan di satu sisi dapat bermakna kekuasaan, tetapi di sisi lain juga bisa bermakna tanggungjawab.
Kepemimpinan bukan keistimewaan, tetapi tanggung jawab. Ia juga bukan kesewenang-wenangan bertindak, tetapi kesewenangan melayani. Selanjutnya kepemimpinan adalah keteladanan berbuat dan kepeloporan bertindak.

MENELADANI KEPEMIMPINAN RASULULLAH
Alquran menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepemimpinan.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21).
Dalam menjalankan kepemimpinannya, nabi SAW selalu mengedepankan akhlak mulia. Hal ini diakui oleh Husain Bin Ali sebagai cucu Nabi SAW. Bahwa Nabi adalah pribadi yang menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pernah mencela, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa. (HR. Tirmizi)
Nabi SAW memiliki rasa empati dalam memimpin. Nabi tidak pernah mencaci seseorang dan menegur karena kesalahannya, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat. Kalau Nabi berbicara, yang lain diam menunduk seperti ada burung di atas kepalanya, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa yang diperlukan orang yang tertimpa kesusahan, tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya (HR Tirmidzi).

KEPEMIMPINAN YANG BAIK
Lima sifat pokok yang hendaknya dimiliki oleh seorang pemimpin. Kelima sifat ( QS 32 : 24, dan QS 21 :73)
•Kesabaran dan ketabahan. Kami jadikan mereka pemimpin ketika mereka tabah/sabar.
•Yahduuna bi amrina. Mengantar masyarakatnya ke tujuan yang sesuai dengan petunjuk kami (Allah dan rasulNya)
•Wa awhaena ilaihim fil alkhaerat. Telah membudaya pada diri (sang calon) suatu kebijakan.
•Abidin senantiasa beribadah, termasuk shalat dan zakat.
•Yuuqinun, penuh keyakinan karena memiliki visi misi yang jelas.

7 POIN KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN KHALIFAH ABU BAKAR ASSIDDIQ RA
1.         Sifat rendah hati
2.         Sifat terbuka untuk dikritik
3.         Sifat jujur
4.         memegang amanah
5.         Sifat berlaku adil
6.         Komitmen dalam perjuangan
7.         Bersikap demokratis

KARAKTER PEMIMPIN SESUAI TUNTUNAN  AL-QUR’AN
           Bertaqwa Kepada Allah SWT (QS.Ali Imran : 102)
           Tanggung jawab (Surat An-Nahl Ayat 93-96)
           Musyawarah dan Istiqarah (Asy-Syura ayat 38)
           Adil (Surat An-Nahl Ayat 90-92)
           Amanah (dapat dipercaya) (QS. An-Nisa’: 58)
           Taat Kepada perkara yang baik
           Suri Tauladan (QS. Al-Ahzaab: 21)

SUMBER:

Devisi acara gema ramadhan IPM Selaawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Bersyukur Menurut Islam yang Benar Bersyukur menurut islam yakni wujud terimakasih seorang hamba kepada Allah SWT atas nikmat ya...