Senin, 11 Mei 2020


MENTAL HEALTH DAN PENCEGAHAN BULIYING



Assalamualaikum...
Hallo guys, mari baca penjelasan tentang kesehatan mental agar tidak terjadi bullying!

Banyak orang berpikir bahwa orang yang sehat adalah yang jarang sakit secara fisik. Namun perlu kita ketahui bahwa orang yang sehat adalah orang yang sehat dari kedua aspek yaitu jasmani dan rohaninya. Seperti yang dikatakan oleh pepatah latin “Mens Sana In Corpore Sano” yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

APA ITU MENTAL HEALTH?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kesehatan mental adalah keadaan kesejahteraan dimana setiap individu menyadari potensi mereka sendiri, dapat mengatasi tekanan yang normal dalam kehidupan, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitas mereka.

MENGAPA PENTING UNTUK MENJAGA KESEHATAN MENTAL?
Penting untuk memiliki kesehatan mental yang sehat dan positif karena ini memungkinkan individu untuk bekerja secara produktif, membuat kontribusi yang berarti bagi masyarakat, serta menyadari potensi diri yang penuh, dan memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup.
Pentingnya kesehatan mental yang sehat telah ditekankan oleh WHO melalui definisi kesehatan mereka yang dinyatakan dalam konstitusi: "Kesehatan adalah keadaan sempurna fisik, mental dan kesejahteraan sosial; bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan."

APA YANG DAPAT BERPENGARUH PADA KESEHATAN MENTAL?
Kesehatan mental dan kesejahteraan dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, termasuk genetika, hubungan keluarga/teman sebaya, fungsi fisiologis, gaya hidup, pekerjaan, sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan dan faktor lingkungan lainnya. Infeksi perinatal, stres dan paparan terhadap bahaya lingkungan juga dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi kesehatan mental.


MACAM-MACAM GANGGUAN MENTAL
Depresi, Gangguan kecemasan, Bipolar, Skizofrenia, Menyakiti diri sendiri, Bunuh diri, dll.



BULLYING


Dilansir dari bullying.co.uk, bullying biasanya didefinisikan sebagai perilaku berulang yang dimaksudkan untuk melukai seseorang baik secara emosional maupun fisik, bully sering ditujukan pada orang tertentu karena ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, penampilan, hingga kondisi fisik seseorang

PENYEBAB BULLYING
Dari sisi korban : Penampilan fisik, Ras, Orientasi seksual , Terlihat lemah, Terlihat tidak mudah bergaul
Dari sisi pelaku : Memiliki masalah pribadi, Pernah menjadi korban bullying, Rasa iri pada korban, Kurangnya pemahaman, Mencari perhatian ,Kesulitan mengendalikan emosi.

JENIS BULLYING
1.            Bullying fisik : Memukul, Menendang, Mendorong, Mencubit, Menyandung, Merusak properti
2.            Bullying verbal : Menghina, Mengejek, Ucapan homophobia atau rasis, Pelecehan verbal
3.            Bullying sosial : Menyebarkan gosip atau rumor yang tidak benar, Melempar lelucon jahat yang melakukan, Mengajak orang lain untuk mengucilkan seseorang, Memberikan ekspresi atau gestur tubuh yang mengancam atau menghina, Meniru dengan tujuan untuk menghina atau meremehkan
4.            Cyberbullying : Mengiring email atau pesan tertulis, gambar,dan video yang menyakitkan, Mengucilkan seseorang secara online, Menyebarkan gossip dan rumor buruk di dunia maya, Meniru orang lain atau menggunakan akun orang lain tanpa izin.

DAMPAK DARI BULLYING
             Gangguan kesehatan mental, Korban bullying rentan mengalami depresi, gangguan cemas, gangguan tidur, penurunan rasa percaya diri, kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan percobaan bunuh diri.
             Penurunan performa akademis atau pekerjaan, Anak korban bullying, biasanya akan takut untuk pergi ke sekolah dan mengalami penurunan performa akademis.
             Penyalahgunaan obat terlarang, Baik orang dewasa maupun anak-anak yang menjadi korban bullying akan rentan melakukan penyalahgunaan obat terlarang maupun menjadi pecandu alkohol sebagai pelarian.
             Tindak kekerasan, Pada beberapa kasus bullying, sering kali korban berusaha untuk membalas dendam atau menjadi berperilaku agresif pada orang lain karena stres yang dideritanya.

STOP BULLYING!
Menurut survey yang dilakukan oleh World Health Organization atau WHO, sekitar 20 persen anak-anak dan remaja di dunia mengalami gangguan dan permasalahan mental. Dan lebih dari 800.000 orang setiap tahunnya mati karena bunuh diri. Bunuh diri sendiri menjadi penyebab terbesar ke-2 kematian yang terjadi pada usia 15-29 tahun.


SURAT AL-HUJURAT AYAT 11
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


STOP BULLYING
             Ceritakan pada orang dewasa yang dapat dipercaya. Ceritakan pada orang tua maupun guru yang memiliki otoritas untuk menindaklanjutinya.
             Abaikan penindas dan jauhi. karena, penindas akan merasa senang apabila mendapatkan reaksi seperti yang dia inginkan.
             Tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Tunjukkan pada lingkungan sekitar bahwa Anda bukan orang yang lemah dan mudah untuk ditindas.
             Bicara pada pelaku. Tunjukkan bahwa apa yang dilakukan pelaku bukan hal yang baik dan bahkan berbahaya.
             Bantu teman yang menjadi korban. Jika menyaksikan perilaku bully, jangan diam saja dan cobalah untuk memberi dukungan pada korban.



Sumber :
             www.klikdokter.com
             www.seributujuan.id
             doktersehat.com

1 komentar:

Cara Bersyukur Menurut Islam yang Benar Bersyukur menurut islam yakni wujud terimakasih seorang hamba kepada Allah SWT atas nikmat ya...