MENTAL
HEALTH DAN PENCEGAHAN BULIYING
Hallo guys, mari baca penjelasan tentang kesehatan mental agar tidak terjadi bullying!
Banyak orang berpikir bahwa orang yang sehat adalah yang
jarang sakit secara fisik. Namun perlu kita ketahui bahwa orang yang sehat
adalah orang yang sehat dari kedua aspek yaitu jasmani dan rohaninya. Seperti
yang dikatakan oleh pepatah latin “Mens Sana In Corpore Sano” yang berarti di
dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
APA ITU MENTAL HEALTH?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kesehatan mental adalah
keadaan kesejahteraan dimana setiap individu menyadari potensi mereka sendiri,
dapat mengatasi tekanan yang normal dalam kehidupan, dapat berfungsi secara
produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitas
mereka.
MENGAPA PENTING UNTUK MENJAGA
KESEHATAN MENTAL?
Penting untuk memiliki kesehatan mental yang sehat dan
positif karena ini memungkinkan individu untuk bekerja secara produktif,
membuat kontribusi yang berarti bagi masyarakat, serta menyadari potensi diri
yang penuh, dan memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup.
Pentingnya kesehatan mental yang sehat telah ditekankan oleh
WHO melalui definisi kesehatan mereka yang dinyatakan dalam konstitusi:
"Kesehatan adalah keadaan sempurna fisik, mental dan kesejahteraan sosial;
bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan."
Kesehatan mental dan kesejahteraan dapat dipengaruhi oleh
berbagai macam faktor, termasuk genetika, hubungan keluarga/teman sebaya,
fungsi fisiologis, gaya hidup, pekerjaan, sosial, ekonomi, budaya, politik,
pendidikan dan faktor lingkungan lainnya. Infeksi perinatal, stres dan paparan
terhadap bahaya lingkungan juga dapat menjadi faktor yang berkontribusi
terhadap kondisi kesehatan mental.
MACAM-MACAM GANGGUAN MENTAL
Depresi, Gangguan kecemasan, Bipolar, Skizofrenia, Menyakiti
diri sendiri, Bunuh diri, dll.
BULLYING
Dilansir dari bullying.co.uk, bullying biasanya
didefinisikan sebagai perilaku berulang yang dimaksudkan untuk melukai
seseorang baik secara emosional maupun fisik, bully sering ditujukan pada orang
tertentu karena ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, penampilan,
hingga kondisi fisik seseorang
PENYEBAB
BULLYING
Dari sisi korban : Penampilan fisik, Ras, Orientasi seksual
, Terlihat lemah, Terlihat tidak mudah bergaul
Dari sisi pelaku : Memiliki masalah pribadi, Pernah menjadi
korban bullying, Rasa iri pada korban, Kurangnya pemahaman, Mencari perhatian
,Kesulitan mengendalikan emosi.
JENIS
BULLYING
1. Bullying
fisik : Memukul, Menendang, Mendorong, Mencubit, Menyandung, Merusak properti
2. Bullying
verbal : Menghina, Mengejek, Ucapan homophobia atau rasis, Pelecehan verbal
3. Bullying
sosial : Menyebarkan gosip atau rumor yang tidak benar, Melempar lelucon jahat
yang melakukan, Mengajak orang lain untuk mengucilkan seseorang, Memberikan
ekspresi atau gestur tubuh yang mengancam atau menghina, Meniru dengan tujuan
untuk menghina atau meremehkan
4. Cyberbullying
: Mengiring email atau pesan tertulis, gambar,dan video yang menyakitkan,
Mengucilkan seseorang secara online, Menyebarkan gossip dan rumor buruk di
dunia maya, Meniru orang lain atau menggunakan akun orang lain tanpa izin.
DAMPAK
DARI BULLYING
Gangguan
kesehatan mental, Korban bullying rentan mengalami depresi, gangguan cemas,
gangguan tidur, penurunan rasa percaya diri, kecenderungan untuk menyakiti diri
sendiri dan percobaan bunuh diri.
Penurunan
performa akademis atau pekerjaan, Anak korban bullying, biasanya akan takut
untuk pergi ke sekolah dan mengalami penurunan performa akademis.
Penyalahgunaan
obat terlarang, Baik orang dewasa maupun anak-anak yang menjadi korban bullying
akan rentan melakukan penyalahgunaan obat terlarang maupun menjadi pecandu
alkohol sebagai pelarian.
Tindak
kekerasan, Pada beberapa kasus bullying, sering kali korban berusaha untuk
membalas dendam atau menjadi berperilaku agresif pada orang lain karena stres
yang dideritanya.
STOP
BULLYING!
Menurut survey yang dilakukan oleh World Health Organization
atau WHO, sekitar 20 persen anak-anak dan remaja di dunia mengalami gangguan
dan permasalahan mental. Dan lebih dari 800.000 orang setiap tahunnya mati
karena bunuh diri. Bunuh diri sendiri menjadi penyebab terbesar ke-2 kematian
yang terjadi pada usia 15-29 tahun.
SURAT AL-HUJURAT AYAT 11
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang
laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu
lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan
kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah
suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung
ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
STOP
BULLYING
Ceritakan
pada orang dewasa yang dapat dipercaya. Ceritakan pada orang tua maupun guru
yang memiliki otoritas untuk menindaklanjutinya.
Abaikan
penindas dan jauhi. karena, penindas akan merasa senang apabila mendapatkan
reaksi seperti yang dia inginkan.
Tingkatkan
keberanian dan rasa percaya diri. Tunjukkan pada lingkungan sekitar bahwa Anda
bukan orang yang lemah dan mudah untuk ditindas.
Bicara
pada pelaku. Tunjukkan bahwa apa yang dilakukan pelaku bukan hal yang baik dan
bahkan berbahaya.
Bantu teman
yang menjadi korban. Jika menyaksikan perilaku bully, jangan diam saja dan
cobalah untuk memberi dukungan pada korban.
Sumber :
www.klikdokter.com
www.seributujuan.id
doktersehat.com


